Teori Kebutuhan Maslow

Kebutuhan dasar ini diuraikan dengan sangat lengkap dalam Teori Hierarki Kebutuhan Maslow. Kebutuhan-kebutuhan ini dapat diraikan sebagai berikut (Ray Colladge, 2002:131) :

a. Kebutuhan Dasar Psikologi

Kebutuhan dasar psikologi merupakan kebutuhan untuk bertahan hidup misalnya makanan, minuman, air, istirahat, sex,  dan sumber penghasilan untuk mengurus anak. Baik manusia maupun hewan memiliki kebutuhan-kebutuhan ini, tapi Maslow mempertimbangkan bahwa mempelajari binatang tidak bisa membuat member pemahaman yang baik terhadap motivasi manusia karena binatang memiliki motivasi yang kecil. Maslow berate bahwa, “ Begitu banyak penemuan datri penelitian terhadap binatang memang tepat untuk binatang tapi tidak untuk manusia. Tidak ada alasan kita meneliti binatang jika kita ingin memahami manusia”.

b. Kebutuhan Rasa Aman

Rasa aman merupakan salah satu kebutuhan dasar psikologis seperti perlindungan dari bahaya, keamanan, perlindungan, stabilitas, struktur dan batas. Kebutuhan ini menjadi langkah yang harus dipenuhi untuk mencapai kebutuhan-kebutuhan lainnya. Sifat dasar dari kebutuhan rasa aman bisa kita pelajari dari bayi dan anak-anak karena mereka membutuhkan rasa aman ini lebih sederhana dan jelas dibandingkan ndengan orang dewasa. Anak kecil lebih sensitif dengan keadaan luar yang mengganggunya seperti suara yang terlalu kerasa atau cahaya yang terlalu menyilaukan. Pada orang dewasa kebutuhan ini memotivasinya untuk mencari kerja atau menabung uang

c. Kebutuhan Pengakuan dan Kasih Sayang

Kebutuhan ini berhubungan dengan kebutuhan memiliki hubungan perasaan dengan orang lain. Manusia butuh untuk disuakai, disayangi, direspon, dan diakui. Maslow pun menyebutkan bahwa tidak terpenuhinya kebutuhan ini menyebabkan maladjustment.  Menurut pandangannya cinta dan seks tidak memiliki persamaan dalam psikologi, walaupun dalam kenyataannya perilaku seksual tidak ditentukan oleh kebutuhan seksual saja tetapi juga oleh kasih sayang dan perasaan. Dan kebutuhan akan kasih sayang itu di dalamnya termasuk kebutuhan untuk menyayangi dan disayangi.

d. Kebutuhan Penghargaan

Penghargaan yang tertinggi yaitu penghargaan terhadap diri sendiri yang dibangun dari pencapaiaan, self-respect, self-sufficiency (berkecukupan), dan kebebasan. Penghargaan terendah datang dari respek orang lain terhadap apa yang kita capai termasuk perhatian status dan apresiasi. kebutuhan akan penghargaan bersifat kontinu berbeda dengan kebutuhan akan kasih sayang yang bersifat insidental. Kebutuhan ini memiliki dua kategori diantaranya:

1. Kebutuhan untuk pencapaian prestasi, kompetensi, kebebasan dan rasa kecukupan.

2. Kebutuhan untuk reputasi dan martabat, yaitu penghargaan dari orang lain meliputi pengakuan, perhatian, dan kedudukan.

e. Kebutuhan Kognitif

Menurut Maslow (1943) “Keinginan untuk tahu dan mengerti adalah conative, yang harus dilakukan dengan usaha-usaha tertentu, dan kebutuhan ini diperlukan layaknya kebutuhan dasar”. Maslow tidak begitu jelas mengapa menempatkan kebtuhan kognitif ini diurutan atas dalam hierarki kebutuhannya, tapi pastinya kebutuhan ini ditempatkan setelah kebutuhan akan kasih sayang dan penghargaan dan sebelum kebutuhan untuk aktualisasi diri.

Pengetahuan menjadi prasyarat untuk mengaktualisasikan diri karena jumlah pengetahuan sangat penting untuk motivasi mengembangkan potensi dan perencanaan hidup. Ketika individu mengetahui dengan pasti petunjuk dimana aktualisasi diri ditemukan, aktualisasi diri membantu memotivasi untiuk mengikuti belajar tambahan. Menurut Maslow, proses pembelajaran dan pemahaman itu tidak memiliki arti apa-apa jika tidak ditanamkan.

f. Kebutuhan Estetika

Kebutuhan estetika meliputi kebutuhan akan keindahan, kesenian, musik, yang merupakan bagian dari aspirasi tertinggi dari individu. Kebutuhan ini akan muncul jika kebutuhan-kebutuhan yang lain sudah terpenuhi. Melalui kebutuhan inilah individu dapat mengembangkan kreativitasnya.

g. Kebutuhan Aktualisasi Diri

Aktualisasi diri adalah realisasi dari keseluruhan potensi yang ada pada manusia. Maslow menyamakan “aktualisasi diri” dengan pertumbuhan motivasi. Maslow berpendapat bahwa manusia dimotivasi untuk menjadi segala sesuatu yang dia mampu. Walaupun kebutuhan lain terpenuhi tapi apabila kebutuhan akan aktualisasi diri tidak terpenuhi, tidak mengembangkan atau tidak mampu menggunakan kemampuan bawaannya secara penuh, maka sindividu akan mengalami kegelisahan, ketidaksenangan, atau frustasi. Maslow mengemukakan bahwa seorang musikus harus membuat musik, seorang pelukis harus melukis. Apabila seorang musikus bekerja sebagai seorang akuntan maka dia akan mengalami kegagalan dalam memenuhi aktualisasi dirinya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: