Landasan Filosofis, Individualitas, dan Manajerial Bimbingan dan Konseling Perkembangan

  1. A. Landasan Filosofis

Landasan filosofis berkenaan dengan pandangan terhadap makna atau hakekat manusia. Pemaknaan terhadap hakekat manusia ini biasanya dikembangkan sesuai dengan pendekatan suatu teori, seperti :

  1. Psikoanalisis, memandang bahwa perilaku manusia bersifat deterministic (ada penentunya atau penyebabnya) dan terikat dengan kehidupan individu masa lalu.
  2. Rasional-Emotif, memandang bahwa manusia memiliki potensi untuk berpikir rasional, tetapi memiliki kecenderungan untuk berpikir ke arah irasional atau berpikir ke arah negative.
  3. Clien-centered, memandang bahwa manusia itu rasional, dapat dipercaya, bergerak dalam arah aktualisasi diri atau ke arah pertumbuhan kesehatan, ketidak bergantungan dan otonomi.
  4. Eksistensialis, memandang bahwa manusia dibebani kehidupan dan harus menentukan hidup sendiri, berjuang untuk bebas dan bertanggung jawab.
  5. Gestalt, memandang bahwa manusia tidak bebas dari lingkungannya tetapi bertindak secara keseluruhan.
  6. Behavioristik, memandang bahwa manusia memiliki kecenderungan berperilaku untuk diatur oleh lingkungan. Artinya lingkungan memiliki kekuatan untuk memodifikasi suatu perilaku individu yang diinginkan.

Beck (Blocher, 1974) mengemukakan tentang dasar filosofis bimbingan dan konseling perkembangan, yaitu:

  • Manusia bertanggung jawab terhadap perbuatannya sendiri. Dia memiliki ukuran untuk memilih, dan dia harus membuat pilihan-pilihan bagi dirinya.
  • Manusia hidup dalam dunia nyata. Hubungan manusia dengan dunianya penuh dengan tantangan, dan dia sering menjumpai banyak hal yang tidak dapat diubahnya.
  • Untuk mencapai hidup yang bermakna, manusia harus dapat menghilangkan berbagai tantangan dari realita kehidupannya, baik yang bersifat fisik maupun psikologis. Tujuan yang akan dicapai adalah membebaskan manusia dari tantangan, sehingga dia dapat mencapai perkembangan yang optimal.
  • Setiap manusia memiliki hereditas dan pengalaman hidup yang uniq, sehingga dia diharapkan dapat berperilaku yang berbeda dengan orang lain, yang memang memiliki pengalaman yang berbeda.
  • Manusia berperilaku sesuai dengan pandangan subjektivitasnya tentang realita/kenyataan, bukan berdasar kepada objektivitas kenyataan.

 

  1. A. Landasan Individualitas/Psikologis

Landasan individualitas (psikologis) berkenaan dengan pemaknaan terhadap manusia yang memiliki fitrah kehidupan sebagai makhluk berpotensi. Karena itu pemaknaan terhadap pertumbuhan dan perkembangan yang berkaitan dengan karakteristik kecerdasan (emosional, intelektual, sosial dan spritiual) kepribadian, keunikan dan kebutuhan-kebutuhan individu merupakan faktor yang tidak dapat diabaikan.

 

 

Lebih lengkap bisa didownload di sini

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: