RAMADHAN DI HATI, RAMADHAN DINANTI

Bulan ini bulan berkah. Begitu sering anda dengar. Semua amalan berlipat ganda pahalanya. Bahkan helaan nafas mereka yang berpuasa di bulan ini pun menjadi tasbih…subhanallah.

Berkah artinya sinergi. Dalam sinergi, pelipatgandaan terkadang tidak memakai logika sederhana matematis. Jika satu ekor kuda dapat menarik 200 Kg beban. Lalu berapa beban yang dapat ditarik dua ekor kuda? Logika sederhana matematis tentu akan menjawab 400 Kg. namun kenyataannya dua ekor kuda mampu menarik 600- 800 Kg. inilah sinergi, pelipat gandaan yang tak matematis.

Dalam ibadah misalnya, sinergi muncul dalam shalat berjama’ah, dengan sinergi sebanyak 27 kali lipat. Jika misalkan saja shalat sendiri anda bernilai khusyu’ 10, dan sholat anda berjama’ah hanya bernilai khusyu’ 1, tetap akan berkali 27. Inilah berkahnya berjama’ah.

Dalam pernikahanpun Nabi SAW biasa berdoa “Barakallah,…” atau “berkahilah,…”. Artinya mereka yang menikah bukan hanya menyatukan dua hati, tapi mungkin lebih dari dua hati. Bersatunya lebih dari dua rizki. Berkumpulnya lebih dari dua kebaikan. Entahlah kejadian teman saya ini sesuai dijadikan contoh atau tidak. Tapi sesaat menjelang akad nikahnya dan beberapa hari setelah akad nikahnya. Ia kebanjiran rizki. Tadinya ia selalu mendapat penolakan atas lamaran kerjanya. Tapi pada rentang masa tadi justru ia mendapat kabar diterimanya lamarannya dibanyak perusahaan. Ya, lebih dari dua perusahaan. Logikanya jika hanya bersatu dua rizki mungkin cuma dua lamaran yang diterima. Namun berkah ‘lebih dari dua rizki’ membuatnya kebanjiran penerimaan. He,..saya tidak tahu nyambung tidak contoh di atas. Itu hanya tafsiran hidup dari saya yang awam.

Maka jika ramadhan dijanjikan banyak berkah, saya pikir sudah selayaknya Anda rindu menunggu kedatangannya. Bahagia saat bertemu dengannya. Dan menangis saat kepergiannya. Sebab kapan lagi anda bertemu berkah yang banyak, sebanyak bulan ini.

Carilah berkahnya sejak pagi. Sebelum sahur tak sulit rasanya berdiri melakukan Qiamul Lail beberapa rakaat sebagai ibadah tambahan. Atau mungkin diwaktu setelah sahur menunggu adzan subuh. Setelah itu beranjaklah berjama’ah ke mesjid terutama bagi lelaki. Tak sulit bukan karena tadi Anda telah bangun? Anda ingin berjama’ah dengan anak-istri anda dirumah/ rasul juga punya anak-istri, tapi Rasul tetap berjama’ah di masjid. Jangan lupa membawa uang seribu rupiah untuk Anda masukkan ke kencleng masjid. Sebulan cuma tiga puluh ribu, tak sebanding dengan lipatan yang akan Allah balas di dunia atau di akhirat untuk Anda. Dan sejarah pun selalu bercerita tak ada orang berinfak menjadi miskin, yang ada juga si kikir yang jadi belangsak. Kenapa pagi? Saya punya dua alasan untuk pertanyaan ini. Pertama karena saya khawatir lupa, jadi sebelum Anda lupa karena disibukkan dengan aktivitas lebih baik di pagi hari kan. Kedua karena Rasul juga pernah berpesan yang intinya seperti ini mungkin, “jika dipagi hari kamu beriman, belum tentu sore hari masih beriman”. So jangan ditunda- tunda deh.

Setelah subuh cobalah tilawah Al-quran, minimal Anda bisa khatam satu kali dalam Ramadhan. Ibu- ibu tua di kampung saya saja bisa khatam satu kali dalam Ramadhan. Masa’ yang masih muda tidak bisa.

Selesai itu silahkan beraktivitas, insya Allah karena diawali dengan banyak hal berkah, hari Anda pun terbawa berkah. Hari yang berkah bukan berarti selalu senang tak pernah sulit. Hidup itu dinamis, pasti ada perputaran di antara keduanya. Tapi sekali lagi hidup berkah adalah hidup yang penting berkah. Maksudnya? Ya, bagaimana caranya jika Anda senang Allah berkahi, tapi seandainya Anda sulit sekalipun, tetap Allah berkahi.

Subhanallah indahnya hidup dalam keberkahan. Maka kalau Anda membaca tulisan ini di bulan Ramadhan, bersyukurlah karena Allah beri banyak keberkahan di setiap detiknya. Lalu jika Anda membaca tulisan ini menjelang Ramadhan, persiapkanlah segalanya untuk menyambut banyak keberkahan. Tapi jika Anda membaca tulisan ini setelah Ramadhan, berdoalah semoga Anda ditemukan dengan Ramadhan tahun depan. Walau keberkahan juga Allah turunkan tiap hari, tapi di bulan ini sungguh alam bertabur keberkahan lebih banyak.

Dikutip dari sebuah buku yang berjudul “Dua Hati yang Berlayar”

Karangan Tony Raharjo

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: